Customize Consent Preferences

We use cookies to help you navigate efficiently and perform certain functions. You will find detailed information about all cookies under each consent category below.

The cookies that are categorized as "Necessary" are stored on your browser as they are essential for enabling the basic functionalities of the site. ... 

Always Active

Necessary cookies are required to enable the basic features of this site, such as providing secure log-in or adjusting your consent preferences. These cookies do not store any personally identifiable data.

No cookies to display.

Functional cookies help perform certain functionalities like sharing the content of the website on social media platforms, collecting feedback, and other third-party features.

No cookies to display.

Analytical cookies are used to understand how visitors interact with the website. These cookies help provide information on metrics such as the number of visitors, bounce rate, traffic source, etc.

No cookies to display.

Performance cookies are used to understand and analyze the key performance indexes of the website which helps in delivering a better user experience for the visitors.

No cookies to display.

Advertisement cookies are used to provide visitors with customized advertisements based on the pages you visited previously and to analyze the effectiveness of the ad campaigns.

No cookies to display.

Salah satu Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip) Prof.  Bulan Prabawani, S.Sos., M.M., Ph.D resmi dikukuhkan pada Selasa (05/09) di Gedung Prof. Soedarto, SH Tembalang. Prof. Bulan di pengukuhannya memaparkan pidato yang berjudul ‘’Kewirausahaan Agroforestri Sebagai Alternatif Bisnis Berkelanjutan’’

‘’Bisnis  merupakan salah satu entitas sosial eknomi dalam masyarakat yang memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, mendorong inovasi, serta inovasi sosial.  Namun demikian bisnis memiliki kontribusi signifikan terhadap kerusakan lingkungan,’’ papar Prof. Bulan.

Untuk itu dibutuhkan keberlanjutan yang membutuhkan sistem, mekanisme, dan cara kerja yang baik dan jelas serta terstruktur untuk kepentingan jangka pendek maupun jangka panjang. Agroforestri merupakan sistem pemanfaatan lahan dimana terdapat perpaduan antara tanaman keras berkayu dengan tanaman pangan dan bahkan ternak di lanskap pertanian yang menawarkan benefit secara berkelanjutan dalam jangka panjang.  Agroforestri adalah salah satu bentuk wirausaha yang berbasis penyelesaian pada masyarakat sekitar dan merupakan kebutuhan yang mendesak terutama di daerah dataran tinggi.

Wilayah Magelang dan Temanggung melakukan agroforestri dengan jenis pertanian yang ditetapkan yaitu agrosilvopastoral dimana ini kombinasi tanaman kayu, pertanian, ternak. Tanaman yang dominan yaitu sengon, suren (kayu), kopi, tanaman sayur, dan buah. Serta ternak yaitu domba, kambing, ayam, dan sapi. Agroforestri bermanfaat secara ekonomi dalam jangka panjang, meningkatkan kualitas tanah, menjaga kualitas air, biodiversitas, serta mengurangi potensi bencana. Keberhasilan agroforestri ini sekaligus membuktikan harmoni triple bottom line yaitu profitpeople, dan planet, dimana kebutuhan ekonomi terpenuhi tanpa mencedarai lingkungan  dan mewujudkan lingkungan masyarakat.

Menurut Profesor Bulan, bisnis yang berfokus pada keberlanjutan di sektor pertanian dan kehutanan memiliki dampak positif dengan memenuhi kebutuhan saat ini dan di masa mendatang. Keberlanjutan bisnis ini memerlukan keterlibatan dari berbagai pihak sehingga target pengurangan dampak manusia tercapai melalui pendekatan lintas disiplin. Bisnis perlu secara aktif mengubah pola pengelolaannya agar sesuai dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Pentingnya komitmen dan orientasi yang tidak hanya pada aspek ekonomi dalam bisnis keberlanjutan juga disoroti oleh Profesor Bulan.